
Rasanya dah lamaaaa gak blogging dengan tenang, sejak huru hara blepotannya layout wordpress admin di laptop saya
Sebetulnya masalah sepele ternyata, saya mesti reinstall Internet Eksplorer laptop hik hik hik… Dan setelah itu, secara menyebalkan gantian saya tidak bisa akses Flickr … Akhirnya… baru minggu ini semua masalah yang tertunda ditangani dengan tenang terselesaikan…
Kali ini adalah Tantangan KBB ke 26, Panettone…
Saya ganti sultana dengan raisin, menambah kuantitas mixed peel menjadi 1/2 cup dan menambah potongan manisan cherry hijau menggantikan currants.

Panettone (traditional Italian christmas bread)
Source: The Worldwide Gourmet
Bahan :
1 ½ cakes of fresh bakers yeast (ragi)
65 ml (1/4 cup) gula
6 tbsp air hangat
6 kuning telur
Lemon zest dari 1 buah lemon
Sejumput garam
500-750 ml (2-3 cups) tepung terigu
100 ml (6 sdm) potongan candied peel
100 gr (6 sdm) + 2 sdm butter/mentega
4 sdm sultana
4 sdm currant (beri berian
)
1 sdt vanilla
Dan karena tidak membaca dengan teliti, aku nguleni adonan yang sudah aku tambahkan 3 cup terigu.. betapa panik aku lihat adonannya kering banget sampai nggak bisa ngumpul huhuhuhu… Akibat panik, aku sampai lupa mengambil gambar selain karena tangganku belepotan adonan 

Dan… inilah klo tidak membaca bahan dengan seksama, dan menyiapkan bahan saat ingat step berikutnya apa (menambahkan butter). Begitu melihat resep lagi, aku sadar membuat kesalahan ke dua kalinya :p Aku baru ngeh jumlah butter lumayan banyak, sehingga aku jadi sadar ini adonan bakal lemas dan lengket dwehh dengan kondisi adonan tanpa butter seperti yang kupegang saat itu… Beneran dehhh, sudah kurang kalis sebelum nambahin butter, ditambah butter rasanya ada big mistakes.
Untuk memecah kepanikan akhirnya kuputuskan rehat pada proses pengembangan dengan menutupnya dengan plastik wrap dan menyimpannya di kulkas. Saat kepanikan dah mulai reda, aku keluarkan adonan dr kulkas, menunggu sama dengan suhu kamar, menguleni sekali lagi dan menambahkan mixed peel dkk dibantu taburan terigu supaya gak lengket
Giliran proses mematangkan aku pilih loyang diameter 15 cm dan bantuan kertas roti spt dibawah

Setelah proses pengembangan, sekali lagi aku tidak membelah permukaan panettone, namun langsung menyaputnya dengan butter.. hik hik hik…
Kesalahan berikutnya adalah… aku tidak menurunkan rak oven di posisi paling bawah, dan meninggalkan oven dengan timer yg sudah aku set. Akibatnya, panettone yang posisinya di tengah membumbung tinggi dan membuat permukaannya yang tinggi itu gosyongg dengan suksessss…

Dan puncak segala kegalauan adalah setelah melihat hasil foto yang pada biru dan goyang ck ck ck, nggak fokus ck ck ck… semakin ku gundah gulana. Aku berharap aku bisa mengulangi praktikum panettone dengan lebih baik sebelum lapor host. Tapi ternyata oh ternyata, di minggu terakhir rasanya badanku nggak mau kompromi, influenza berat sampai menggigil kedinginan walau suhu tubuh panas… Yes, I need sleep all day long…
Dan aku tak tahu apakah laporan satu ini bakal masuk roundup karena aku tidurrrr hingga terbangun jam 3 dini hari pada 1 Desember ingat belum laporan huhuhuhu…
Cara Membuat :
Masukan 1 sdm gula dan ragi kedalam susu hangat, diamkan selama 3 menit. Kemudian mix dan istirahatkan ditempat yang kering dan hangat (contoh diatas oven yang sebelumnya telah dipanaskan) sampai volume campuran menjadi 2 kali lipatnya, kurang lebih 5 menit.
Masukan campuran tersebut kedalam mangkuk, tambahkan kuning telur, vanilla, parutan kulit lemon, garam dan sisa gula. Campur 500 ml (2 cup) tepung terigu secara bertahap sampai lembut ditangan dan adonan dapat dibulatkan. Kemudian campurkan potongan butter sedikit demi sedikit sampai adonan menjadi lebih lembut dan lebih elastis.
Campur 125 hingga 250 ml (1/2 hingga 1 cup) terigu sampai adonan lebih kokoh, lembut dan tidak lengket.
Letakan adonan diatas meja kerja yang telah di taburi sedikit terigu. Uleni adonan kurang lebih 10 menit. Setelah adonan lebih lembut masukan kedalam wadah yang telah di olesi butter, taburi dengan sedikit tepung terigu tutup dengan kain dan letakan ditempat yang kering kurang lebih selama 45 menit sampai adonan bertambah volumenya dua kali lipat.
Kempiskan adonan, tambakan candied lemon peel, kismis dan currants kemudian uleni sampai semuanya tercampur rata.
Taruh kertas roti yang telah di olesi butter dua sisinya dalam loyang besar, masukan adonan dan beri jejak (torehan) diatasnya. Tutup dengan kertas yang telah diolesi butter dan diamkan selama 15 menit di tempat hangat sampai adonan mengembang, Angkat kertas dari atas adonan dan oleskan butter diatas adonan tersebut.
Panaskan oven dengan suhu 200 derajat celcius (400 derajat F), taruh loyang yang telah berisi adonan dalam oven dan panggang kurang lebih 10 menit, turunkan suhu oven ke 160 derajat celcius (350 derajat F) dan panggang lagi selama 30 sampat 40 menit, oleskan adonan roti dengan lelehan butter, roti akan matang setelah bagian atasnya berubah menjadi keemasan dan krispy.
Angkat dari oven dan biarkan selama 15 menit kemudian keluarkan dari loyang.